
PRINSIP DAN ORIENTASI
Perjalanan ini
amat melelahkan, seiring onak duri yang menghadang, serasa kaki berdarah-darah,
pedih, kadang langkah terseok-seok. Namun kadang pula kita lihat pemandangan
yang indah nan mempesona, sehingga kakipun terus melangkah penuh asa.
Yaaa....
senang.. Benci.. Sedih.. Bahagia.. senantiasa menghiasi perjalanan di alam yang
bersifat “Al-Mutaghoyyir” ini. Alam
dunia yang serba tidak tidak pasti, kadang diatas, kadang dibawah. Itulah Dunia
tempat kita hidup saat ini.
So ! jadi apa
yang mesti kita lakukan di alam fana ini ?
Kita harus
bertafakkur, muhasabah, “DARI MANA KITA, SEDANG DIMANA KITA ?” kita
harus menyadari bahwa kita adalah MAKHLUQ, sesuatu yang asalnya tidak
ada, bahkan tidak berbentuk suatu apapun (Qs. 76 ; 1), lalu kita ada.
MAKA ADANYA KITA ADALAH WAJIB ADA YANG MENGADAKAN (KHOLIQ)
Dan tiada yang
layak diperbuat oleh yang DIADAKAN kecuali menjalankan KEHENDAK yang MENGADAKAN.
Itulah prinsip hidup yang mesti kita pegang, sehingga dari sana kita
dihantarkan pada suatu kesadaran bahwa kita hidup di dunia ini memiliki TUGAS
( Qs. 2 : 21, Qs. 51 : 56). Kita hidup bukan sekedar hidup untuk menanti
kematian. Orang yang memiliki PRINSIP hidup demikian, akan memiliki
ORIENTASI ” bahwa hidup hari ini, di dunia ini
adalah untuk hari akhirat nanti. Adapun kenyataan, hidup kita saat ini
adalah sesuatu yang mesti kita hadapi, yang terpenting dari semua itu bagaimana
kita bisa menunaikan TUGAS yang di embankan kepada kita hingga kita
meraih Ridho Nya”. Orang yang berorientasi ukhrawi, akan memikirkan berdaya
upaya secara sungguh-sungguh di dunia ini agar bagaimana dia mendapatkan
kesuksesan di akhirat.
Karena ia
menyadari bahwa ia di akhirat akan hidup.ia berfikir keras dengan pembuktian
dalam amaliyah nya bagaimana agar NASIB HIDUPNYA di akhirat selamat. Ia akan lebih
mengutakaman keberuntungan ukhrawi daripada keberuntungan duniawi. Karena ia
sadar bahwa dunia dengan ketidak pastiannya dan kefanaannya tidak menjamin akan
memberikan kebahagiaan hakiki bagi yang mengejar dan meraihnya.
Coba kita
renungkan ! bagaimana perjalanan konglongmerat yang merintis usahanya dari usia
muda, dari usia 25 tahunan, lalu ia sukses selama kurang lebih 15 tahun. Maka ia
akan menikmati kesuksesaannya selama kurang lebih 15 tahun. Maka ia akan
menikmati kesuksesannya hanya 20 tahun hingga 30 tahunan. Dalam usia 60
kenikmatan duniawi sudah mulai memudar seiring melemahnya fisik.
Lalu kita
bandingkan dengan alam akhirat. Dimana alam ini adalah alam yang berlawanan
dengan sifat alam dunia. Dimana di alam ini segala sesuatu bersifat PASTI dan
ABADI. Seorang yang selamat di alam barzakh, maka sudah pasti di hari kiamat –padang
mahsyar- alam hisab – dan mizan- hingga sirhatal mustaqim dan alam syurga yang
akan mendapatakan kebahagiaan.
Sebaliknya orang
yang celaka di alam barzakh karena tidak bisa menjawab pertanyaan malaikat
Munkar dan Nakir, maka dia sedang menunggu sesuatu yang pasti juga. Yaitu kepanikan
alam kiamat, kekalutan dan kegalauan ketika berkumpul di padang Mahsyar,
kekhawatiran ketika menerima catatan amal dan timbangan di alam hisab dan
mizan. Juga ketakutan yang amat sangat, kakinya tergelincir ketika melewati
titian jembatan, sampai keguncangan dibatin dan kengerian yang mencekam tatkala
tubuhnya yag dipuja di alam dunia akan dimakan api neraka yang menyala-nyala.
Naudzubillaaaaahhh
!!!
So ! tugas kita
di dunia ini bagaimana kita bersungguh-sungguh mencari, kemudian menapaki jalan
yang akan menghantarkan kita kepada keberuntungan alam akhirat yang abadi.