Jalan kembali setelah jauh pergi

Kamis, 26 Mei 2016

PRINSIP DAN ORIENTASI

Perjalanan ini amat melelahkan, seiring onak duri yang menghadang, serasa kaki berdarah-darah, pedih, kadang langkah terseok-seok. Namun kadang pula kita lihat pemandangan yang indah nan mempesona, sehingga kakipun terus melangkah penuh asa.
Yaaa.... senang.. Benci.. Sedih.. Bahagia.. senantiasa menghiasi perjalanan di alam yang bersifat “Al-Mutaghoyyir”  ini. Alam dunia yang serba tidak tidak pasti, kadang diatas, kadang dibawah. Itulah Dunia tempat kita hidup saat ini.
So ! jadi apa yang mesti kita lakukan di alam fana ini ?
Kita harus bertafakkur, muhasabah, “DARI MANA KITA, SEDANG DIMANA KITA ?” kita harus menyadari bahwa kita adalah MAKHLUQ, sesuatu yang asalnya tidak ada, bahkan tidak berbentuk suatu apapun (Qs. 76 ; 1), lalu kita ada.
MAKA ADANYA KITA ADALAH WAJIB ADA YANG MENGADAKAN (KHOLIQ)
Dan tiada yang layak diperbuat oleh yang DIADAKAN kecuali menjalankan KEHENDAK yang MENGADAKAN. Itulah prinsip hidup yang mesti kita pegang, sehingga dari sana kita dihantarkan pada suatu kesadaran bahwa kita hidup di dunia ini memiliki TUGAS ( Qs. 2 : 21, Qs. 51 : 56). Kita hidup bukan sekedar hidup untuk menanti kematian. Orang yang memiliki PRINSIP hidup demikian, akan memiliki ORIENTASI       ” bahwa hidup hari ini, di dunia ini adalah untuk hari akhirat nanti. Adapun kenyataan, hidup kita saat ini adalah sesuatu yang mesti kita hadapi, yang terpenting dari semua itu bagaimana kita bisa menunaikan TUGAS yang di embankan kepada kita hingga kita meraih Ridho Nya”. Orang yang berorientasi ukhrawi, akan memikirkan berdaya upaya secara sungguh-sungguh di dunia ini agar bagaimana dia mendapatkan kesuksesan di akhirat.
Karena ia menyadari bahwa ia di akhirat akan hidup.ia berfikir keras dengan pembuktian dalam amaliyah nya bagaimana agar NASIB HIDUPNYA  di akhirat selamat. Ia akan lebih mengutakaman keberuntungan ukhrawi daripada keberuntungan duniawi. Karena ia sadar bahwa dunia dengan ketidak pastiannya dan kefanaannya tidak menjamin akan memberikan kebahagiaan hakiki bagi yang mengejar dan meraihnya.
Coba kita renungkan ! bagaimana perjalanan konglongmerat yang merintis usahanya dari usia muda, dari usia 25 tahunan, lalu ia sukses selama kurang lebih 15 tahun. Maka ia akan menikmati kesuksesaannya selama kurang lebih 15 tahun. Maka ia akan menikmati kesuksesannya hanya 20 tahun hingga 30 tahunan. Dalam usia 60 kenikmatan duniawi sudah mulai memudar seiring melemahnya fisik.
Lalu kita bandingkan dengan alam akhirat. Dimana alam ini adalah alam yang berlawanan dengan sifat alam dunia. Dimana di alam ini segala sesuatu bersifat PASTI dan ABADI. Seorang yang selamat di alam barzakh, maka sudah pasti di hari kiamat –padang mahsyar- alam hisab – dan mizan- hingga sirhatal mustaqim dan alam syurga yang akan mendapatakan kebahagiaan.
Sebaliknya orang yang celaka di alam barzakh karena tidak bisa menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir, maka dia sedang menunggu sesuatu yang pasti juga. Yaitu kepanikan alam kiamat, kekalutan dan kegalauan ketika berkumpul di padang Mahsyar, kekhawatiran ketika menerima catatan amal dan timbangan di alam hisab dan mizan. Juga ketakutan yang amat sangat, kakinya tergelincir ketika melewati titian jembatan, sampai keguncangan dibatin dan kengerian yang mencekam tatkala tubuhnya yag dipuja di alam dunia akan dimakan api neraka yang menyala-nyala.
Naudzubillaaaaahhh !!!

So ! tugas kita di dunia ini bagaimana kita bersungguh-sungguh mencari, kemudian menapaki jalan yang akan menghantarkan kita kepada keberuntungan alam akhirat yang abadi.

Tidak ada komentar:
Write komentar